Tugas wirausaha kebidanan berbasis TIK

“KAMPUNG KOMPOS”

KELOMPOK 7
ANGGOTA:
1. DEDE YASMIN
2. FIA MARWATUL AFIFAH
3. LYSA UTAMI MULYADI
4. SONIA WARDHANA
5. SYIFA DWI ALYA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUKABUMI
KOTA SUKABUMI
2018

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Limbah peternakan merupakan produk dari usaha peternakan, yang keberadaannya tidak dikehendaki sehingga harus dibuang. Limbah peternakan terdiri dari banyak jenis sesuai yang dihasilkan oleh ternak. Usaha budidaya ternak (sapi) menghasilkan limbah berupa kotoran ternak (feces, urine), sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat dan sejenisnya. Setiap harinya, seekor sapi dapat menghasilkan kotoran 10-15 kg.
Desa Margaluyu Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu sentral peternakan dan pertanian. Sebagaian besar warga Desa Margaluyu mata pencaharian sebagai peternak dan petani.
Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di Desa Margaluyu Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu kondisi yang menjadi pertimbangan untuk di adakannya kegiatan penyuluhan, tingkat pendidikan di daerah ini di katakan rendah karena persentase tingkat pendidikan masyarakatnya maksimal hanya lulusan SMP. Hal ini menyebabkan kurang adanya pengolahan limbah peternakan sehingga limbah tersebut hanya dibuang begitu saja serta terjadinya pembakaran pada sisa pakan hijauannya sehingga dapat mengganggu kesehatan warga setempat.
Selama ini banyak keluhan masyarakat akan dampak buruk dari kegiatan usaha perternakan karena sebagian besar peternak mengabaikan penanganan limbah dari usahanya. Limbah peternakan yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan seperti feses, urine, sisa pakan, serta air dari pembersihan ternak dan kandang menimbulkan pencemaran yang memicu protes. Baik berupa bau tidak enak yang menyengat, sampai keluhan gatal-gatal ketika mandi disungai yang tercemar limbah peternakan.
Kotoran ternak merupakan salah satu limbah pertanian yang masih belum optimal pemanfaatannya. Sebagian besar petani menggunakannya langsung sebagai pupuk kompos atau yang biasa kita sebut pupuk organik. Dan banyak juga yang memperlakukan kotoran ternak tersebut hanya dengan membakar atau menumpuknya saja.
Jika dipandang dari sisi kesehatan, hal ini akan menimbulkan masalah-masalah sanitasi yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, kotoran ternak juga memiliki bau yang sangat kuat yang dapat mengganggu saluran pernafasan terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu pengolahan kotoran ternak harus dilakukan dengan khusus yang hasilnya dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Salah satunya seperti pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk.
Pengolahan kotoran ternaik yang memiliki kandungan N, P dan K tinggi sebagai pupuk kompos bisa memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan memperbaiki struktur tanah agar lebih baik.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka upaya menangani limbah ternak yang selama ini dianggap mengganggu karna menjadi sumber pencemaran lingkungan perlu ditangani dengan cara yang tepat sehingga dapat memberi manfaat lain berupa keuntungan ekonomis dari penanganan tersebut. Penanganan limbah ini diperlukan bukan saja karna tuntutan akan lingkungan yang nyaman dan sehat tetapi juga karna perkembangan peternakan mutlak mmperhatikan kualitas lingkungan, sehingga keberadaannya tidak masalah bagi masyarakat sekitar.

B. RUMUSAN MASALAH
​Apakah pengolahan kotoran ternak yang benar dapat mengurangi pasien dengan penyakit kulit dan gangguan pernafasan?

C. MANFAAT
1. Diharapkan dengan masyarakat bisa mengolah kotoran ternak dengan baik dapat mengurangi masalah gangguan pernafasan dan penyakit kulit yang disebabkan oleh kotoran ternak.
2. Masyarakat dapat memanfaatkan kotoran ternak dengan baik sehingga dapat bermanfaat dan menghasilkan uang.

BAB II
PEMBAHASAN
A. SOCIAL VALUE
1. Tujuan
​Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan cara pengolahan limbah kotoran ternak yang baik.
2. Peluang
​Banyaknya masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai peternak dan kurangnya pengetahuan tentang cara mengolah kotoran ternak yang baik dan benar.
3. Pemberdayaan Masyarakat
​Disini masyarakat diajarkan bagaimana cara mengolah kotoran ternak yang benar. Sehingga kotoran ternak tidak lagi mengganggu saluran pernafasan dan tidak lagi menyebabkan penyakit kulit. Bahkan kotoran ternak dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar karna dapat dijual. Selain itu juga meningkatkan kesehatan masyarakat karena terdapat banyak tanaman hijau dilingkungan.

B. CIVIL SOCIETY
​Pada awal bergeraknya usaha untuk mengolah kotoran ternak menjadi pupuk yang dapat bernilai jual ini, hanya sekitar 20 keluarga yang bersedia ikut. Tetapi seiring berjalannya waktu, banyak keluarga yang ingin ikut serta dalam usaha ini. Hingga saat ini, usaha untuk mengolah kotoran ternak menjadi pupuk yang dapat bernilai jual ini telah melibatkan 50 keluarga.

C. INOVASI
Pemanfaatan Kotoran Ternak Menjadi Pupuk Organik
1. Jenis Limbah Usaha Peternak
​Limbah ternak adalah sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan seperti usaha pemeliharaan ternak, rumah potong hewan, pengolahan produk ternak, dan sebagainya.Limbah tersebut meliputi limbah padat dan limbah cair seperti feses, urine, sisa makanan, embrio, kulit telur, lemak, darah, bulu, kuku, tulang, tanduk, isi rumen, dan lain-lain (Sihombing, 2010). Semakin berkembangnya usaha peternakan, limbah yang dihasilkan semakin meningkat.
​Total limbah yang dihasilkan peternakan tergantung dari species ternak, besar usaha, tipe usaha dan lantai kandang. Kotoran sapi yang terdiri dari feces dan urine merupakan limbah ternak yang terbanyak dihasilkan dan sebagian besar manure dihasilkan oleh ternak ruminansia seperti sapi, kerbau kambing, dan domba. Umumnya setiap kilogram susu yang dihasilkan ternak perah menghasilkan 2 kg limbah padat (feses), dan setiap kilogram daging sapi menghasilkan 25 kg feses (Sihombing, 2010).
​Menurut Soehadji (2011), limbah peternakan meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari suatu kegiatan usaha peternakan baik berupa limbah padat dan cairan, gas, maupun sisa pakan. Limbah padat merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran ternak, ternak yang mati, atau isi perut dari pemotongan ternak).Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau dalam fase cairan (air seni atau urine, air dari pencucian alat-alat).Sedangkan limbah gas adalah semua limbah berbentuk gas atau dalam fase gas.
​Pencemaran karena gas metan menyebabkan bau yang tidak enak bagi lingkungan sekitar. Gas metan (CH4) berasal dari proses pencernaan ternak ruminansia. Gas metan ini adalah salah satu gas yang bertanggung jawab terhadap pemanasan global dan perusakan ozon, dengan laju 1 % per tahun dan terus meningkat. Apa lagi di Indonesia, emisi metan per unit pakan atau laju konversi metan lebih besar karena kualitas hijauan pakan yang diberikan rendah. Semakin tinggi jumlah pemberian pakan kualitas rendah, semakin tinggi produksi metan (Suryahadi dkk., 2012).
2. Dampak Limbah Peternakan
​Limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran. Suatu studi mengenai pencemaran air oleh limbah peternakan melaporkan bahwa total sapi dengan berat badannya 5.000 kg selama satu hari, produksi manurenya dapat mencemari 9.084 x 10 7 m3air. Selain melalui air, limbah peternakan sering mencemari lingkungan secara biologis yaitu sebagai media untuk berkembang biaknya lalat. Kandungan air manure antara 27-86 % merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan larva lalat, sementara kandungan air manure 65-85 % merupakan media yang optimal untuk bertelur lalat.
​Kehadiran limbah ternak dalam keadaan kering pun dapat menimbulkan pencemaran yaitu dengan menimbulkan debu. Pencemaran udara di lingkungan penggemukan sapi yang paling hebat ialah sekitar pukul 18.00, kandungan debu pada saat tersebut lebih dari 6000 mg/m3, jadi sudah melewati ambang batas yang dapat ditolelir untuk kesegaran udara di lingkungan (3000 mg/m3).
​Salah satu akibat dari pencemaran air oleh limbah ternak ruminansia ialah meningkatnya kadar nitrogen. Senyawa nitrogen sebagai polutan mempunyai efek polusi yang spesifik, dimana kehadirannya dapat menimbulkan konsekuensi penurunan kualitas perairan sebagai akibat terjadinya proses eutrofikasi, penurunan konsentrasi oksigen terlarut sebagai hasil proses nitrifikasi yang terjadi di dalam air yang dapat mengakibatkan terganggunya kehidupan biota air (Farida, 2011).
​Hasil penelitian dari limbah cair Rumah Pemotongan Hewan Cakung, Jakarta yang dialirkan ke sungai Buaran mengakibatkan kualitas air menurun, yang disebabkan oleh kandungan sulfida dan amoniak bebas di atas kadar maksimum kriteria kualitas air. Selain itu adanya Salmonella spp. yang membahayakan kesehatan manusia.
​Tinja dan urine dari hewan yang tertular dapat sebagai sarana penularan penyakit, misalnya saja penyakit anthrax melalui kulit manusia yang terluka atau tergores.Spora anthrax dapat tersebar melalui darah atau daging yang belum dimasak yang mengandung spora. Kasus anthrax sporadik pernah terjadi di Bogor tahun 2001 dan juga pernah menyerang Sumba Timur tahun 1980 dan burung unta di Purwakarta tahun 2000 (Soeharsono, 2012).
3. Penanganan limbah peternakan
​Limbah peternakan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, apalagi limbah tersebut dapat diperbaharui (renewable) selama ada ternak.Limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk dimanfaatkan. Limbah ternak kaya akan nutrient (zat makanan) seperti protein, lemak, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), vitamin, mineral, mikroba atau biota, dan zat-zat yang lain (unidentified subtances). Limbah ternak dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ternak, pupuk organik, energi dan media berbagai tujuan (Sihombing, 2012).
4. Pemanfaatan Sebagai Pupuk Organik
​Pemanfaatan limbah usaha peternakan terutama kotoran ternak sebagai pupuk organik dapat dilakukan melalui pemanfaatan kotoran tersebut sebagai pupuk organik.Penggunaan pupuk kandang (manure) selain dapat meningkatkan unsur hara pada tanah juga dapat meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah dan memperbaiki struktur tanah tersebut.
​Pemanfaatan limbah usaha peternakan terutama kotoran ternak sebagai pupuk organik dapat dilakukan melalui pemanfaatan kotoran tersebut sebagai pupuk organik. Penggunaan pupuk kandang (manure) selain dapat meningkatkan unsur hara pada tanah juga dapat meningkatkan aktifitas mikrobiologi tanah dan memperbaiki struktur tanah tersebut.
​Manfaat penggunaan kompos terhadap tanah menambah kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah dan gembur, memperbaiki sifat kimiawi tanah sehingga unsur hara yang tersedia didalam tanah lebih mudah diserap oleh tanaman, memperbaiki tata air, dan udara didalam tanah sehingga suhu tanah menjadi lebih stabil, mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara sehingga tidak mudah larut oleh air hujan atau air pengairan dan memperbaiki jasat renik yang hidup didalam tanah.

D. ECONOMIC ACTIVITY
​Modal awal usaha ini didapat dari hasil iuran anggota, perkeluarga dikenakan iuran sebesar Rp. 20.000,-/KK, terkumpul Rp. 400.000,-
Modal Awal 20.000 × 20 = 400.000
Pengeluaran
1. Karung​​​​​​​100.000
2. Benang dan Jarum Karung​​​​20.000
3. Ongkos Mengantar Pupuk​​​​150.000
Total ​​​​​​​270.000
Sisa ​​​​​​​130.000
Sisa modal awal sebesar Rp. 130.000,- disimpan sebagai kas.

Berikut adalah rincian pendapatan dan pengeluaran setahun terakhir.
Pendapatan:
1. Kas​​​​​​​10.000.000
2. Pendapatan bersih rata-rata per bulan​​​
1.500.000 × 12 bulan​​​​​18.000.000
Total Pendapatan​​​​​28.000.000

Pengeluaran:
1. Membeli Motor Roda Tiga​​​​15.000.000
2. Membangun sebanyak 4 MCK ​​​6.000.000
3. Membangun Warung Sehat​​​​5.000.000
Total Pengeluaran​​​​​26.000.000
Sisa Kas​​​​​​2.000.000

E. PERANAN IT
​Untuk mempromosikan Kampung Pupuk, masyarakat membuat suatu blog yang membahas tentang bagaimana pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organic dan tentang pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mengolah limbah kotoran ternak. Selain itu, pupuk juga dipasarkan melalui media online seperti pada market place dan jejaring sosial facebook.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
​Dengan adanya “Kampung Pupuk” ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk bisa mengolah kotoran ternak dengan baik menjadi pupuk organic. Sehingga kotoran ternak yang awalnya menimbulkan gangguan pernafasan dan penyakit kulit dapat memberi keuntungan berupa nilai jual. Diharapkan kedepannya ada banyak “Kampung Pupuk” yang bisa meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik.

B. SARAN
​Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan sekali kritik yang membangun bagi makalah ini, agar penulis dapat berbuat lebih baik lagi di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umum.

DAFTAR PUSTAKA
Tim Penulis. 2008. Penanganan dan Pengolahan Samapah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sejati, Kuncoro.2009.Pengolahan Sampah Terpadu. Yogyakarta: Kanisius.
Agung Suprihatin; Dwi Prihanto; Michel Gelbert. 1996. Pengelolaan Sampah. Malang: PPPGT / VEDC Malang.
Apriadji, Wied Harry. 1994. Memproses sampah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Suhadi. 1995. Wiraswasta Sampah. Surabaya: Bina IlmuF

Video Pendek kelompok 7

 

SINOPSIS
Sonia adalah Seorang wanita yang sedang kuliah di salah satu perguruan Tinggi kota Sukabumi. Ia adalah sosok yang lugu, sopan, serta sederhana sehingga ia pun mendapatkan penindasan secara psikologi atau bullying di kampusnya.
Akibat dari pembullyan itu wanita ini merasa bahwa dirinya tidak berharga, bahkan dia stres sampai memutuskan untuk bunuh diri karena sering kali teman-temannya memperlakukan dia dengan kasar. Apakah ia akan mengakhiri hidupnya begitu saja ? selanjutnya yuk langsung tonton video pendek kami ?

Peran saya di video pendek
Kelompok kami menjalankan tugas sesuai dengan peran nya masing-masing. Dari awal pembuatan tema, alur cerita, naskah itu kami diskusikan bersama dikelas lalu untuk persiapan pembuatan video, alat yang disiapkan tidak terlalu banyak, tempat yang digunakan yaitu dikampus, juga proses pembuatan film kami lakukan sesuai dengan peran nya masing-masing. Dan Saya sebagai Fia, Dimana Fia ini teman sekelas dari Sonia yang sering melakukan pembullyan terhadap Sonia, sering mengganggu sonia, dan Fia adalah salah satu anggota gengs terpopuler di kampusnya.

RESUME
Dari beberapa komentar yang disampaikan oleh teman-teman yang lain terhadap video pendek yang kami buat, dapat disimpulkan bahwa kelebihan nya mereka menikmati video itu, terkesan menarik, cerita yang inspiratif, dan pesan pun tersampaikan dengan baik. Hanya saja ada kekurangan seperti beberapa pengambilan gambar yang terlihat kurang jelas, dan tema yang kita gunakan pada video pendek ini sama dengan salah satu kelompok lain. Itu saja, Terimakasih ?

“Review Jurnal *Evaluasi Sistem Informasi Jejaring Rujukan Maternal-Neonatal (SIJARIEMAS) Di Kabupaten Tegal Dengan Pendekatan Model Health Metries Network (HMN)*”

Jumlah kematian ibu dan kematian anak tetap tinggi, dan di berbagai provinsi masih mengalami peningkatan. Salah satu cara untuk meminimalisir kematian ibu bayi dan bayi baru lahir adalah dengan meningkatkan efektivitas penangangan rujukan gawat-darurat ibu bayi dan bayi baru lahir.

SIJARIEMAS adalah sistem informasi yang mendukung komunikasi rujukan maternal neonatal antara perujuk dan tempat rujukan yaitu Rumah Sakit. Salah satu tujuan SIJARIEMAS adalah untuk penguatan sistem rujukan, memudahkan proses pertukaran informasi rujukan dalam jejaring rujukan gawat-darurat antara perujuk dan rumah sakit sehingga rumah sakit bisa mempersiapkan kedatangan pasien ibu hamil dengan resiko tinggi yang dalam keadaan gawat darurat.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 60% kasus kematian ibu umumnya disebabkan oleh keterlambatan rujukan. Hal ini menunjukan bahwa pasien yang dibawa ke rumah sakit datang sudah dalam keadaan terlambat. Baik karena faktor transportasi, tidak melakukan pemesanan di rumah sakit dan faktor lainnya.

World Health Organization (WHO) mengembangkan kerangka dan standar sistem informasi kesehatan suatu negara yaitu Health Metrics Network (HMN) Framework. Standar ini untuk mengukur sejauh mana sistem informasi kesehatan yang diterapkan dengan komponen-komponen evaluasi yang lebih luas menyangkut input, proses dan output. Oleh sebab itu dilakukan evaluasi untuk menggali lebih dalam permasalahan yang terjadi di lapangan menggunakan indikator HMN.

Metode Penelitian

Jenis penelitian adalah deskriptif evaluatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dengan menggunakan pedoman wawancara. Subyek penelitian semua petugas yang menggunakan SIJARIEMAS yang dipilih sebagai informan utama berjumlah 4 orang yaitu operator SIJARIEMAS. Sedangkan infroman triangulasi berjumlah 7 orang, yaitu kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, kabid kesga, PJ SIJARIEMAS di rumah sakit, EMAS Tegal, ICT EMAS Jateng. Pengolahan dan analisis data menggunakan pendekatan analisis isi.

Hasil

  1. Karakteristik informan

Informan utama berjumlah 4, informan utama memiliki kompetensi pada bidangnya yaitu berlatar belakang pendidikan Keperawatan dan Kebidanan untuk petugas operator SIJARIEMAS yang bertugas merespon SMS ataupun telpon dari perujuk. Masa kerja paling tinggi adalah 21 tahun dan paling rendah adalah 1 tahun. Sebagian besar informan utama memiliki umur yang relatif cukup matang. Informan triangulasi berjumlah 7 dan informan triangulasi sebagian besar berjenis kelamin lakilaki. Dapat dilihat seluruh informan truanguliasi memiliki umur lebih dari 30 tahun yang artinya memiliki kematangan emosional yang lebih baik. Sebagian besar informan triangulasi juga berlatar belakang pendidikan dokter dan saat ini menjabat pimpinan dibidang masing-masing. Informan triangulasi dengan kode IT1, IT2, IT5 dan IT6 adalah anggota Pokja yang juga memotori berjalannya SIJARIEMAS di Kabupaten Tegal.

  1. Gambaran Umum Masalah

SIJARIEMAS SIJARIEMAS membantu komunikasi dan pertukaran informasi antara perujuk dan tempat rujukan. Tetapi dalam pelaksanaannya, rujukan maternal neonatal dengan menggunakan mekanisme SIJARIEMAS terdapat beberapa kendala seperti ditunjukkan pada hasil penilaian menggunakan assesment tool HMN menunjukan skor pada sumber daya 84%, indikator 33%, sumber data 64%, manajemen data 25%, produk informasi 73% dan diseminasi dan penggunaan informasi 39%. Hal tersebut menunjukan bahwa SIJARIEMAS di Kabupaten Tegal lemah terhadap pengelolaan data baik pengumpulan, penyimpanan data maupun pengolahan data. Pada sub indikator sumber daya, SDM dan pembiayaan menunjukan skor 65%, infrastruktur sebesar 91% dan kebijakan sebesar 100%. Dari ketiga sub indikator tersebut, skor terendah ada pada SDM dan pembiayaan. Berikut akan dibahas berdasarkan permasalahannya pada.

Pada perjalanannya terdapat empat masalah yang terjadi pada SIJARIEMAS yaitu waktu respon SMS yang lama, laporan pada dashboard belum menggambarkan kondisi yang sesungguhnya, data rujukan terencana dan rujukan gawatdarurat tidak terintegrasi, dan rujukan balik dengan SIJARIEMAS belum digunakan dengan maksimal.

Pembahasan

  1. Waktu respon SMS yang lama

Lamanya respon rujukan menyebabkan perujuk memilih menelpon langsung ke nomer hotline RS untuk melakukan rujukan. Permasalahannya adalah ketika media rujukan yang digunakan sebagian besar adalah telepon, maka hal tersebut akan menambah pekerjaan operator untuk mengentry data rujukan ke SIJARIEMAS.

Tugas operator yang masih disibukkan dengan pelayanan pasien sehingga operator akan terbebani jika harus mengentry data rujukan.

Rumah Sakit kendalanya ada pada tenaga khusus untuk operator SIJARIEMAS. Pada RS Dr. Soeselo walaupun sudah merekrut tenaga khusus operator SIJARIEMAS dan di Rumah Sakit lain sudah ada yang ditugaskan sebagai operator SIJARIEMAS tapi hal itu belum dapat merespon setiap SMS yang masuk dengan cepat. Dalam menjalankan tugasnya merespon SMS dari perujuk, operator kadang masih kewalahan dalam merespon SMS yang masuk karena juga masih membantu melayani pasien. Infrastruktur yang digunakan dalam mendukung SIJARIEMAS adalah komputer yang terhubung dengan jaringan internet untuk mengakses SIJARIEMAS. Dalam istilah komputer, jaringan merupakan penghubung antara dua komputer atau lebih yang tujuan utamanya dalah berbagi data.SIJARIEMAS adalah sistem informasi berbasis web yang keseluruhan halamanhalaman web tersebut terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi.

Infrastruktur yang ada saat ini belum dapat membantu operasional SIJARIEMAS secara maksimal, adapun kendala, kendalanya yaitu loading komputer yang lama, komputer yang berada di ruang pelayanan sehingga kadang tersenggol pasien. Penanganan komputer oleh bagian teknisi atau maintenance yang lama mengakibatkan pekerjaan tidak selesai tepat pada waktunya sehingga dapat mengganggu tujuan institusi, dalam hal ini sebagai pendukung mekanisme rujukan dengan SIJARIEMAS.

Kendala-kendala teknis yang terjadi pada komputer dan jaringan internet pada Rumah Sakit tujuan rujukan menjadi wewenang Rumah Sakit tersebut untuk mengatasi dengan cepat sehingga tidak mengganggu mekanisme rujukan SIJARIEMAS. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan SIJARIEMAS akan tercantum dalam RTL, RTL tersebut menjadi kewenangan Rumah Sakit untuk melaksanakannya. Hal tersebut perlu pendampingan dan advokasi sampai RTL dilaksanakan sehingga tidak mengganggu berjalannya SIJARIEMAS.

  1. Laporan di dashboard belum menggambarkan kondisi sesungguhnya

Informasi seharusnya dapat menggambarkan kejadian nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.7 Pada SIJARIEMAS informasi yang dihasilkan dapat diakses di website http://jateng-dashboard.rujukan.net/. Namun laporan yang terdapat pada dashboard sampai saat ini belum menggambarkan keadaan sebenarnya, seperti tindakan medis sudah dilakukan tetapi mengentri ke SIJARIEMAS dilakukan belakangan.

Masih banyaknya rujukan yang tidak melalui mekanisme SIJARIEMAS mengakibatkan laporan yang di tampilkan di dashboard masih harus dicocokkan dengan catatan manual di tempat rujukan maupun di puskesmas perujuk.

Saat ini Informasi yang didapatkan di dashboard masih harus dilakukan pengecekan dengan catatan manual, sehingga saat ini informasi yang ada pada dashboard belum dapat sepenuhnya dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan secara langsung. Sebagai contoh laporan di dashboard rujukan ibu yang menggunakan SIJARIEMAS sebanyak 4004 kasus, dan rujukan bayi sebanyak 60 kasus. Sedangkan penanganan komplikasi kebidanan yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal pada tahun 2015 sebanyak 7744 kasus dan penanganan komplikasi neonatal sebanyak 3766 kasus. Hal tersebut menunjukan pemanfaatan SIJARIEMAS dalam penanganan komplikasi kebidanan hanya sebesar 51,7% dan pemanfaatan SIJARIEMAS dalam penanganan rujukan neonatal hanya sebesar 1,6%.

Sumber data pada SIJARIEMAS terdiri dari data rujukan terencana dan data rujukan darurat. Data rujukan terencana dan data rujukan darurat berasal dari petujuk yang nomer nya sudah terdaftar di SIJARIEMAS. SIJARIEMAS hanya menerima SMS yang masuk apabila nomer tersebut sudah terdaftar. SMS yang masuk dengan memberikan advice. Apabila dalam 10 menit operator di Rumah Sakit tujuan rujukan tidak merespon maka diperbolehkan menelpon ke nomer hotline yang tersedia.

Walaupun dalam SOP mekanisme rujukan menggunakan SMS terlebih dahulu, tetapi dalam pelaksanaannya penggunaan SMS dalam proses rujukan bulan Desember 2015 masih relatif sedikit yaitu hanya 21,91% dibanding dengan yang menggunakan telepon sebanyak 78,09%. Perujuk beranggapan bahwa lebih mudah menggunakan telepon dari pada menggunakan SMS, menggunakan telepon lebih cepat mendapatkan kepastian ruangannya dan lebih cepat direspon dari pada harus mengirim SMS terlebih dahulu. Anggapan-anggapan dan pengalaman perujuk yang lebih memilih menggunakan telepon dari pada SMS juga dipengaruhi oleh faktor-faktor teknis seperti server SIJARIEMAS yang pernah mati, dan kendala teknis pada komputer Rumah Sakit. SMS yang tidak sesuai dengan format masih diterima oleh server sehingga informasi yang masuk ke database tidak sesuai dengan kolomnya.

Hal tersebut diatas terjadi karena ada data rujukan yang masuk ke server tidak lagi difilter sehingga data tersebut langsung masuk ke server walaupun data tersebut tidak lengkap, salah fotmat dan double entry. Sebetulnya ada akun admin yang bisa mengedit data rujukan yang masuk, tetapi belum ada tenaga khusus yang standby mengawasi setiap rujukan yang masuk ke SIJARIEMAS. SMS rujukan yang masuk ke SIJARIEMAS masih diterima walaupun format SMS ataupun isi SMSnya tidak lengkap. Dari 324 rujukan pada bulan Desember 2015 terdapat 34 rujukan dengan format yang tidak sesuai dan terdapat 5 SMS rujukan yang double entry. Hal ini disebabkan tidak adanya petugas khusus yang menganalisis data yang masuk ke SIJARIEMAS.

  1. Data rujukan terencana dan rujukan emergency tidak terintegrasi

Sistem informasi kesehatan adalah suatu sistem data yang terintegrasi yang meliputi pengumpulan, proses, pelaporan dan penggunaan informasi yang diperlukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien pada semua tingkatan pelayanan kesehatan. Pada SIJARIEMAS data rujukan terencana dan rujukan gawatdarurat disimpan pada repositori yang berbeda sehingga rujukan terencana dan rujukan gawat darurat tidak terintegrasi. Apabila data pasien sudah ada pada data rujukan terencana, tetapi jika data pasien yang sama diiput sebagai pasien rujukan darurat maka data tetap akan masuk sehingga data tersebut double. Hal ini menjadi tugas tambahan bagi operator untuk menghapus data pasien yang double tersebut. Hal ini diungkapkan oleh informan triangulasi pada kotak dibawah ini.

Tujuan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan adalah untuk menyediakan data dan informasi terkini, akurat, valid, cepat, transparan serta berhasil guna dan berdaya guna.10 Untuk mencapai penyelenggaraan tersebut SIJARIEMAS belum dapat menyajikan data yang akurat, valid dan dapat digunakan langsung oleh pengambil kebijakan. Jika fokus SIJARIEMAS tidak hanya sebagai jembatan komunikasi rujukan tetapi juga menyediakan data dan informasi yang valid dan akurat maka arah kebijakan SIJARIEMAS dengan sendirinya akan memperhatikan data yang masuk ke SIJARIEMAS sampai informasi yang akan dihasilkan oleh SIJARIEMAS.

  1. Rujukan balik menggunakan SIJARIEMAS belum digunakan maksimal

Rujukan balik yang belum berjalan dengan baik dikarenakan beberapa kendala seperti operator yang masih merangkap sebagai tenaga pelayanan dan belum adanya konektivitas antara ruangan penerima pasien dan ruangan perawatan pasien. Komunikasi antara kedua ruangan itu belum berjalan juga dikarenakan semua tenaga memiliki kesibukan melayani pasien. Di RS.Dr. Soeselo sendiri operator khusus SIJARIEMAS masih membantu pelayanan di ruang PONEK dikarenakan ruangan SIJARIEMAS terletak di dalam ruangan PONEK, sehingga apabila ruangan PONEK dalam keadaan penuh pasien maka operator SIJARIEMAS yang berlatar belakang bidan juga tidak tega jika tidak membantu.

Rujukan balik ditargetkan 80% dari total rujukan, dari laporan rujukan balik pada tahun 2015 yang ditampilkan pada dashboard dari tiga rumah sakit yaitu RS Dr Soeselo rujukan balik sebanyak 224 rujukan atau baru 6,7% dari total 3126 rujukan, RS Adella rujukan balik sebanyak 160 rujukan atau baru 42,1% dari 220 rujukan dan RS PKU Muhammadiyah sebanyak 192 rujukan atau baru 30% dari total 449 rujukan. Semua Rumah Sakit masih jauh dari target 80% rujukan balik, hal ini disebabkan oleh belum maksimalnya komunikasi antar ruangan di Rumah Sakit sehingga setelah pasien ditangani dan pindah ke ruang nifas tidak lagi tercatat di SIJARIEMAS, belum adanya jaringan internet di ruang nifas juga menghambat petugas yang ada di ruang nifas untuk update kondisi pasien sampai pasien tersebut pulang ataupun dalam keadaan meninggal. Angka kematian Ibu dan Bayi belum tercatat dengan balik di SIJARIEMAS juga disebabkan belum maksimalnya fitur rujukan balik yang digunakan oleh Rumah Sakit.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian evaluasi SIJARIEMAS yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Gambaran hasil penilaian SIJARIEMAS mengguanakn assesment tolls HMN menunjukkan skor pada sumber daya 84%, indikator 33%, sumber data 64%, manajemen data 25%, produk informasi 73% dan diseminasi dan penggunaan informasi 39%. Hal tersebut menunjukan bahwa SIJARIEMAS di Kabupaten Tegal lemah terhadap manajemen data baik pengumpulan, penyimpanan data maupun pengolahan data. Manajemen data yang kurang baik pada SIJARIEMAS disebabkan oleh tidak ada filter terhadap data rujukan yang masuk mengakibatkan informasi yang dihasilkan pada dashboard tidak akurat dan jelas. Data rujukan ganda, format yang tidak sesuai dan tidak lengkap juga merupakan akibat dari pengelolaan data yang kurang baik.
  2. Pada sub indikator sumber daya, SDM dan pembiayaan menunjukan skor sebesar 65%, infrastruktur sebesar 91% dan kebijakan sebesar 100%. Dari ketiga sub indikator tersebut, skor terendah ada pada SDM dan pembiayaan. Hal tersebut dikarenakan bidan yang bertugas sebagai operator SIJARIEMAS masih melayani pasien sehingga tidak fokus untuk melayani rujukan yang masuk.
  3. Penggunaan fitur rujukan balik untuk menyampaikan informasi pasien ke perujuk juga belum digunakan dengan maksimal dikarenakan operator SIJARIEMAS tidak menginput kondisi pasien dengan tuntas sampai dengan pasien pulang dikarenakan operator SIJARIEMAS yang masih melayani pasien tidak fokus dengan tanggung jawabnya melayani rujukan dengan SIJARIEMAS sampai tuntas. Jumlah kematian ibu dan bayi juga merupakan salah satu informasi yang dihasilkan apabila kondisi pasien tercatat dengan tuntas.

 

Halaman URL: http://journal.stikes-kapuasraya.ac.id/index.php/JIIK-WK/article/view/36/34

Jurnal Volume 3, Nomor 1 Juli 2016

Terindekssi oleh : Google Search, Scholar Google

Hasil Pencarian Menggunakan Search Engine Index by Scholar Google pada tanggal 16 Oktober 2018 jam 12.15WIB

File Jurnal Berupa PDF

 

Catatan : Review ini dibuat sebagai materi Tugas MK “Teknologi dan Informasi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP